
Pengunjung berfoto di depan api PON
Warga bahkan juga bebas menonton ribuan atlet berjibaku di arena tanding olahraga, hingga menonton penutup-an secara gratis. Tak ada retribusi masuk kawasan venues, tak ada retribusi masuk gedung tanding dan arena, hingga tak ada retribusi parkir untuk warga Kaltim. Semuanya tanpa dipungut bayaran. “PON adalah pesta rakyat, karena itu semua orang dapat nonton, gratis tidak dipungut bayaran sepeser pun,” tutur Ketua Bidang I Panitia Besar PON XVII Awang Dharma Bakti.
Seluruh fasilitas yang dibangun mampu menampung warga dan penonton. Pelataran parkir di kawasan Stadion Utama Palaran mampu menampung hingga 2.700 roda empat, belum termasuk kendaraan roda dua.
Menurut Humas PB PON XVII Jauhar Efendi, seluruh acara dan kegiatan yang terkait PON bebas ditonton warga. Sejak semula pemerintah dan panitia sudah berniat menggratiskan seluruh tontonan untuk hiburan warga.
Gratis bagi warga bukan berarti tidak menimbulkan kecemasan. Beberapa cabang olahraga tentu mengundang minat banyak sekali penonton, seperti pendukung maupun penggemar sepakbola dan bola voli. Lantaran gratis maka penonton bakal berjubel.
Prinsipnya gratis. Kapan lagi warga bisa melihat acara yang tidak terjadi setahun sekali itu. Kekawatiran membludaknya penonton dan kesulitan panitia setempat mengatur kawasan pada beberapa pertandingan cabor perlu diantisipasi. ***
**Bagian Publikasi - Biro Humas Setda Prov. Jateng**
Tidak ada komentar:
Posting Komentar