
Perlunya dukungan sarpras yang memadai bagi atlet anggar Jateng
Jawa Tengah tidak mengirim pemain anggar putri. Setiap kali latihan, pemain anggar Jawa Tengah mengaku bingung. Latihannya berpindah-pindah, kadang di GOR Jatidiri atau di STM 1 Semarang. Alat yang digunakan pun kebanyakan milik pribadi. Kebanggaan atlit bertambah, karena meskipun dengan peralatan pribadi namun didasari perasaan ikhlas dan tanpa lelah telah berhasil menembus medan pertandingan dengan sempurna. Akhirnya medali emas dengan mudah didapat. Dengan prestasi yang gemilang ini, mudah-mudahan perhatian pemerintah dan KONIDA, dapat meningkatkan sarana dan prasarana latihan, karena latihan merupakan awal dari sebuah prestasi. Intensitas latihan memerlukan dukungan peralatan dan sarana prasaran. Tanpa didukung sarana prasana memadai dan jaminan kesejahteraan yang baik, mustahil prestasi yang diidamkan setiap atlet dan daerah dapat terpenuhi. Semua itu terkait dengan kebutuhan hidup setiap manusia. ***
**Bagian Publikasi - Biro Humas Setda Prov. Jateng**
1 komentar:
yang memberangkatkan ke malaysia ya koni, mas....
Posting Komentar