skip to main |
skip to sidebar
Perhelatan super akbar olahraga PON XVII Tahun 2008, Kamis sore besok (17/7) berakhir. Sampai hari ini sudah banyak cabang olahraga yang mengakhiri tandingnya, misalnya, judo, berkuda, bowling, tinju, taekwondo dan cabang-cabang lainnya. Meski sudah tidak tanding, sebagian besar atlet tetap tinggal di Samarinda untuk menikmati Bumi Etam dan tidak langsung pulang ke daerahnya. Mumpung masih ada waktu, digunakan untuk refreshing. Bagi atlet refreshing bukan sekedar membuang kejenuhan, tetapi sekaligus merangsang kembali fisik yang telah terkuras selama berlomba. Selain berputar-putar di kota Samarinda dan sekitarnya.

Oleh-oleh untuk keluarga, saudara dan teman
Para atlet yang telah rehat panjang menggunakan waktunya untuk melancong ke tempat-tempat rekreasi, termasuk ke stand Samarinda Expo di GOR Sempaja Samarinda. Kebanyakan diantara atlet itu memborong cindera mata yang berciri khas Bumi Etam sebagai kenang-kenangan. Bambang, Asisten pelatih atlet renang Jawa Tengah mengatakan, memborong cindera mata untuk keluarga dan rekan-rekan sekantor. Sebagian barang yang dibelinya titipan dari kawan. Barang-barang yang dibelipun yang memiliki ciri Bumi Etam, atau barang lain yang tidak terdapat di Pulau Jawa, khusus di Jawa Tengah. Batik, misalnya, di Jawa Tengah memang gudangnya batik, tetapi batik Kalimantan Timur, memiliki ciri corak dan warna tersendiri. Madu, pun demikian, di Jawa Tengah cukup melimpah madu, tetapi madu di Samarinda ciri khasnya, memiliki rasa manis yang tidak hilang dari tenggorokan selama berhari-hari. Barang yang lucu, boneka maskot PON, walaupun harganya mahal, larisnya bukan main. Padahal menurut penjualnya boneka itu didatangkan dari Bandung Jawa Barat. ***
**Bagian Publikasi - Biro Humas Setda Prov. Jateng**
Usaha meraih target besar, bagi Kalimantan Timur ternyata bukan hanya untuk PON XVII 2008. Provinsi yang dikenal luas sebagai Benua Borneo itu juga berjuang merebut kemenangan tertinggi Pekan Olahraga Penyandang Cacat Nasional (Porcanas) 2008 yang juga akan berlangsung di Samarinda. Usaha itu diperkuat latihan bagi sekitar 300 penyandang cacat ditengah hiruk pikuk orang menyambut sukses PON XVII 2008 di Stadion Sempaja Samarinda. Semula olahraga penyandang cacat itu dikira bagian dari PON, ternyata hanya sebuah latihan untuk menyongsong Porcanas 2008.*
**Bagian Publikasi - Biro Humas Setda Prov. Jateng**
Tempat tinggal yang baik dan memadai bagi seorang atlet merupakan salah satu sarana pokok yang harus dipenuhi guna memberikan jaminan kondisi pisik dan kejiwaan yang prima. Namun kenyataan yang ada di lapangan kadang faktanya berbeda dari yang diharapkan. Salah satunya terlihat di tempat tinggal atlet atletik di Bumi Prestasi Kencana. Seperti dikemukakan Hery Sutiyono, pelatih atletik asal Kab. Blora, untuk mendapatkan tempat tinggal bagi atlet asuhannya, butuh kesabaran ekstra.

Inilah markas cabor Atletik Jateng....500 ribu/hari
Meski sudah booking dan LO sudah datang sejak 2 Juli 2008 bahkan sudah membawa kunci rumah, karena kontingennya baru datang 5 Juli 2008, rumahpun sudah direbut dan ditempati kontingen lain yang datang lebih dulu. Ketika minta kemudahan untuk mendapatkan rumah yang sederet dengan maksud untuk memudahkan koordinasi, itupun sulitnya bukan main. Akhirnya mendapat 9 rumah untuk 48 orang. Setiap rumah rata-rata menampung 6-8 orang. Saat atlet bersama kontingennya datang, rumah belum siap, lampu belum menyala, jalan penghubung depan rumah masih becek dan bahkan pintu belakang belum terpasang. Perlahan-lahan, kelengkapan rumah dilengkapi, dipasang lampu meski kadang voltage turun hingga nyaris seperti 5 watt, suasana pun temaram remang-remang. Air mulai mengalir walau kadang macet tidak keluar. Kasur, kursi dan perabotan lain juga ditempatkan pada posisinya. Atlet Trianingsih cs memilih tinggal diluar pondokan yang disiapkan dengan menyewa rumah di Grand Taman Sari seharga Rp 500 ribu perhari. Di rumah sewa itu tersedia fasilitas TV dan perabotan lengkap. Di Perumahan Bumi Prestasi Kencana tempat atlet dipondokkan, tidak ada sarana hiburan. Sekedar TV umum pun tidak ada. Koran juga sebatas media khusus PON XVII 2008. ***
**Bagian Publikasi - Biro Humas Setda Prov. Jateng**
Perhelatan super akbar PON XVII 2008 Kalimantan Timur tinggal sehari besok. Banyak cabang pertandingan telah usai. Cabang Kempo yang digelar di SMU 10 Samarinda usai Senin (14/7) lalu. Jawa Tengah memperoleh 1 medali emas, 3 perak dan 1 perunggu. Di bawah pelatih Zulkifli Nasution selama 3 bulan di Salatiga, atlet Kempo Jawa Tengah digembleng khusus untuk menghadapi PON. Latihan intensif tersebut selain melatih mental juga menempa kemampuan atlet menggunakan jurus-jurus Kempo. Sebelum berangkat ke laga PON dilakukan try out di Jogjakarta. Latihan rutin juga dilaksanakan secara bergantian di beberapa daerah Jawa Tengah. Selama PON XVII 2008 atlet tuan rumah Kalimantan Timur banyak mendominasi kemenangan. Tuan rumah banyak menarik atlet-atlet dari luar daerah. Motivasi yang dibawa atlet juga berbeda, mengingat bonus yang diberikan setiap daerah tidak sama ada kesan “gedhe-gedhean”. Atlet Jawa Tengah hampir 75% merupakan wajah-wajah lama, tetapi pengalaman bertanding saja belum cukup untuk menaklukkan lawan. Kemampuan, insting, dan motivasi sangat berpengaruh dalam memenangkan pertandingan.***
**Bagian Publikasi - Biro Humas Setda Prov. Jateng**
Kontingen Jawa Tengah kembali menambah perolehan pundi medali emas melalui cabor Selam Laut di nomor Star Course Putri, yang dihasilkan Dita Widyawati melalui lomba di Dermaga Tanjung Batu Berau, kemarin. Dita Widyawati berhasil menyelesaikan pertandingan sekaligus memposisikan diri sebagai jawara dengan catatan waktu 01"27"54, mengungguli lawan-lawannya atlet asal DKI Jakarta, Tri Yuniarti yang hanya mampu menoreh waktu 01"28"47 dan hanya berhasil berada di posisi ke dua. Sedang Widyasari Pramukti, atlet selam asal Jawa Timur harus puas dengan posisi di peringkat 3, dengan catatan waktu 01"34"90. Pertandingan yang berlangsung sengit tersebut diikuti 10 provinsi. Faktor alam sangat mendukung prestasi atlet yang sedang bertanding, begitupula dengan kejernihan dan arus air. Sementara lomba Star Course Putra, peselam Jawa Timur, Iswandi kembali menyumbangkan emas bagi provinsinya dengan menorehkan catatan waktu 01"11"45 dengan nilai 2.700. Posisi kedua ditempati Lasno atlet DKI Jakarta dengan catatan waktu 01"29"64, nilai 700, lebih baik dari pesaingnya Rivaldo Rianto yang hanya bisa menorehkan waktu 01"11"38 de-ngan nilai 75. Perolehan emas oleh Iswandi menambah emas yang diperoleh Jawa Timur di selam laut yang kini berjumlah 12 buah. ***
**Bagian Publikasi - Biro Humas Setda Prov. Jateng**