Pelari putra Jawa Tengah, Agus Prayogo berhasil mencetak angka kecepatan 32 menit 01,28 detik berada diposisi 3 dalam perlombaan lari nomor 10 km putra di Stadion Palaran Samarinda. Selisih hampir 2 menit dari peringkat pertama Jauhari Johan dari Sumatera Selatan dan Yohuza dari Kalimantan Timur diperingkat kedua. Selain itu atlet pelari putra Jawa Tengah yang mengikuti nomor 10 km ini pula membubuhkan catatan waktu 33 menit 20,75 detik menempati peringkat 6. Belum puas atas hasil yang ditorehkan, kedua pelari tersebut tetap akan berupaya lebih giat dan meningkatkan prestasi di ajang selanjutnya. ***
**Bagian Publikasi - Biro Humas Setda Prov. Jateng**
Minggu, Juli 13, 2008
Jateng - Jabar bersaing ketat
Daerah Jawa dikenal oleh banyak kalangan merupakan lumbung yang subur bagi atlit-atlit bulutangkis nasional maupun yang berkelas internasional. Hampir seluruh juara bulutangkis dunia berasal dari Indonesia, wabil khusus dari daerah Jawa. Sebut saja Liem Swie King ataupun Rudy Hartono semua berasal dari Jawa. Perjalanan panjang bulutangkis Indonesia menjadi icon olahraga yang memasyarakat dan berhasil mengukir prestasi yang disegani dunia berawal dari kompetisi ketat. Seperti persaingan di arena bulutangkis Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII Tahun 2008 Kalimantan Timur. Tim-tim bulutangkis yang berlaga hingga babak semifinal semuanya berasal dari Jawa. Persaingan Jawa Tengah terhadap Jawa Barat merupakan indikasi sebuah kompetisi olahraga yang ketat. Kejuaraan bulutangkis beregu mempertemukan kedua pihak. Regu putri Jawa Tengah bertemu dengan regu putri Jawa Barat, demikian pula dengan regu putra. Kompetisi menyisakan regu putri Jawa Tengah yang harus mengalah pada tim putri Jawa Barat di babak semifinal. Pertandingan yang dilaksanakan di Stadion Utama Palaran Samarinda pada pukul 14.00 WITA kemarin dimenangkan oleh Jawa Barat 2-1. Sedangkan regu putra Jawa Tengah berhasil mengalahkan regu putra Jawa Barat. Antusias dan kecekatan Jonatan bersama Rian pada partai kedua per-tandingan bulutangkis beregu putra menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi penonton yang gemuruh meneriakkan yel-yel dan support. Jatuh bangun merupakan hal yang biasa bagi atlit untuk mempertahankan prestasi. Pemain-pemain muda yang diturunkan Jawa Tengah membuktikan bahwa tim Jawa Tengah masih mampu dan disegani, meskipun menurunkan pemain-pemain baru. Regenerasi memang sangat diperlukan dalam sebuah management olahraga. Setelah bersaing dengan sangat ketat, akhirnya tim bulutangkis putra Jawa Tengah berhasil mengalahkan tim beregu putra dari Jawa Barat. Jum’ at (11/7) tim Jawa Tengah ini akan bersiap untuk menghadapi partai final. Target satu medali emas sangat terasa sudah ada di depan mata. Untuk memberikan dorongan semangat bagi pebulutangkis Jawa Tengah, warga Jawa Tengah di Kalimantan Timur diharapkan bisa nonton. ***
**Bagian Publikasi - Biro Humas Setda Prov. Jateng**
**Bagian Publikasi - Biro Humas Setda Prov. Jateng**
Peluang Atletik Jateng tetap terjaga
Pemecahan rekor terus terjadi di cabang Atletik PON XVII Tahun 2008 Kalimantan Timur. Di hari ketiga, bukan hanya rekor PON, tapi juga Rekor Nasional dipecahkan di Stadion Utama Palaran. Dari 9 nomor final yang dipertandingkan Rabu (9/7) kemarin, 2 diantaranya terjadi pemecahan rekor PON dan Nasional, yaitu di nomor loncat tinggi putra atas nama Syahrial dari Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Satu rekor lagi dipecahkan atlet lompat jauh putri atas nama Maria Natalia Londa dari Bali. Sementara itu, peloncat tinggi putri Jawa Tengah, Etni Ulatningsih berhasil meraih mendali perunggu. Medali emas diraih Triningsih dengan catatan waktu 16:44.74, dan perak direbut atlet tuan rumah Kalimantan Timur Feri Marince. Triningsih yang merupakan adik dari pelari nasional Ruwiyati dari Salatiga mengemukakan, persaingan atletik pada PON tahun ini kurang begitu marak seperti kejuaran-kejuaraan lain. Di hari ketiga itu juga, cabang atletik, Ervana dari Jawa Tengah mampu menyumbangkan medali perunggu serta atlit lempar lembing, Dian Kartika memberikan sumbangan medali pe-runggu kepada Jawa Tengah. Dian Papua juga menyabet medali emas di cabang atletik melalui nomor Lempar Lembing atas nama Seli Yoku. Pertandingan atletik masih tersisa hingga 3 hari lagi. Peluang Jawa Tengah untuk menambah medali masih terbuka lebar. ***
**Bagian Publikasi - Biro Humas Setda Prov. Jateng**
**Bagian Publikasi - Biro Humas Setda Prov. Jateng**
Renang borong emas
Kolam Renang Putri Junjung Buih Tenggarong menjadi saksi prestasi perenang Jawa Tengah, yang mengungguli rekannya sendiri Donny B. Begitu pun Utomo merebut emas di nomor gaya kupu-kupu, langsung medali (tidak ada babak) dengan catatan waktu 02 menit 2,81. Rekannya Sapto Nugroho di posisi 3 (02 menit 8,11 detik), sehingga memperoleh perunggu. Posisi perak ditempati andalan Jawa Timur, Soehariono Yacob yang membubuhkan waktu 2 menit 07,93 detik. Nomor gaya dada langsung putri, Jawa Tengah juga mengantarkan 2 perenang putri memperoleh emas yaitu Afi Noviandari dari Jawa Timur (34 menit 53 detik). Perenang putri Jawa Tengah duduk di peringkat 2 dan 3. Keberhasilan Margaretha Kretapradani dan Armaini Yusita yang mengalungi medali perak dan perunggu, merupakan hasil kerja keras dan kerjasama semua pihak mencatatkan waktu 34 menit 89 detik mengungguli kawannya 7 detik, Margarethha Kretapradani berhak atas medali perak, dan Armaini Y0usita mendapatkan perunggu. ***
**Bagian Publikasi - Biro Humas Setda Prov. Jateng**
**Bagian Publikasi - Biro Humas Setda Prov. Jateng**
Balap Sepede kecewa
Impian untuk meraih medali emas dari cabang balap sepeda di kelas tritium tinggal harapan. Pembalap sepeda Jawa Tengah, baik putra maupun putri di kelas ini yang ditargetkan meraih dua medali emas harus mengakui ketangguhan provinsi lain. Pembalap sepeda Jawa Tengah putra Anwar Setiawan yang diharapkan menggondol medali emas di cabang ini semula bisa mengatasi semua lawannya, bahkan mampu melampaui lawannya, tetapi pada lap 12 mengalami pecah ban. Pada etape terakhir kecelakaan tak bisa terhindarkan dan Anwarpun terjatuh hingga tak sempat menikmati hasil jerih payahnya. Begitu juga Rina Setiowati pembalap sepeda putri Jawa Tengah yang juga di kelas tritium mengalami nasib serupa pecah ban pada lap 13. Manager tim balap sepeda Jawa Tengah Didik Dwi Jatmanto menuturkan selama empat hari di Kalimantan Timur, dari cabang ini berturut-turut menduduki nomor 4, seperti Yuli Hariyanto sampai kilometer 30 masih ranking satu dan kilometer 33 pecah ban hinggga dari unggul satu menit menjadi ketinggalan dua menit. “Kekalahan ini karena faktor ketidakberuntungan saja”, tambahnya. Untuk kelas balap sepeda BMQ yang akan dilaksanakan Jum’at (11/7) biarpun tidak ditargetkan namun diharapkan bisa mengantongi medali. Didalam cabang ini atlet Jawa Tengah akan tampil untuk putra Hoho dan Toni sedang putri yaitu Putri Yusika. Didik sapaan akrabnya manager tim balap sepeda Jawa Tengah juga berharap dalam kelas Road Tris yang akan dilaksanakan tidak lama lagi dapat menyumbang emas dalam cabang balap sepeda, karena di kelas ini merupakan salah satu yang ditargetkan untuk meraih medali emas.***
**Bagian Publikasi - Biro Humas Setda Prov. Jateng**
**Bagian Publikasi - Biro Humas Setda Prov. Jateng**
Langganan:
Postingan (Atom)